SISTEM PELUMASAN

 Di era sekarang ini penggunaan mekanisme mesin sudah sangat umum kita temui. Banyak sektor yang terbantu dengan adanya mekanisme mesin didalam melakukan pekerjaan.Jika kita berbicara perihal mekanisme mesin maka tidak akan bisa lepas dari namanya sistem pelumasan.Apa itu pelumas dan seberapa pentingkah pelumas itu, kita akan bahas sedikit mengenai hal tersebut.Pelumas didalam sebuah mekanisme mesin memiliki banyak fungsi dimana secara garis besar adalah :

1.Sebagai media pending

Setiap benda yang bergesekan pasti akan mengalami panas dan jika panas tersebut tidak dikendalikan maka berakibat merusak komponen didalam mekanisme tersebut.

2.Sebagai pencegah karat

Senyawa yang terkandung didalam pelumas memiliki manfaat untuk mencegah karat atau korosi yang timbul.

3.Pelarut kotoran

Dimaksud kotoran disini bisa kontaminasi dari luar atau dalam akibat gesekan yang timbul menghasilkan serpihan. Dengan adanya pelumas maka kontoran akan terbawa dan mengendap didasar dri ruang mesin untuk nantinya di keluarkan di drain. 

4.Mempermudah gerak mesin

Seperti kita ketahui pelumas bersifat licin hal ini untuk mengurangi gesekan sehingga dapat mempermudah gerak dari sebuah komponen mesin


Sistem pelumas terdapat banyak jenis  diantara :

1.Mekanisme flush

Pada mekanisme ini gerak dari komponen mesin memiliki peran menyebarkan cairan pelumas keseluruh ruang kerja . Hal yang perludiperhatikan dalam mekanisme flush adalah tingkat volume dari pelumas, jika volume terlalu rendah maka kerja dari pelumasan tidak akn maksimal karena ada bagian didalam mesin yang tidak mendapatkan cukup pelumasan sedangkan bila terlalu banyak maka kerja dari mesin yang terbebani karena bagaimanapun cairan pelumas akan menghambat gerak dari mesin. Keuntungan dari system ini lebih ekonomis namun kerugiannya tidak sesuai untuk komponen dengan gerak lambat.

2.Mekanisme injection

Pada mekanisme ini diperlukan beberapa komponen tambahan yaitu :

A. Tanki pelumas

B. Hose

C. Injector

D. Pump 

Pelumas yang berada di tanki akan disalurkan dengan tenaga dari pompa keseluruh bagian- bagian yang memerlukan pelumasan. Keuntungan dari system ini dapat menjangkau are yang lebih luas sedangkan konstruksi yang lebih besar.

Itu beberapa penjelasan singkat dari system mekanisme pelumas. Di beberapa tipe mesin ada yang menggunakan salah satu tipe system pelumas namun tidak sedikit yang menggabungkan kedua tipe tersebut untuk beberapa jenis mesin yang lebih kompleks.


PENGELASAN

    Pada kesempatan kali akan ada sedikit pembahasan mengenai pengelasan, tidak kita pungkiri didalam kehidupan kita dipenuhi dan dikelilingi oleh segala sesuatu yang berbahan dasar besi tapi apakah besi yang ada selalu sesuai bentuk dan dimensinya dengan yang kita perlukan jawaban nya adalah tidak untuk itu dilakukan proses machining terhadap besi tersebut lalu pertanyaan kedua apabila konstruksi yang akan kita buat memiliki dimensi yang sangat panjang atau lebar kita harus memasang bahan besi tersebut dengan ukuran yang besar pula tentunya itu akan memakan biaya dan kesulitan tersendiri .Untuk itulah disiasati dengan dilakukan penyambungan dibahan besi tersebut hingga menjadi konstruksi yang kita inginkan hal ini akan lebih menghemat biaya dan lebih praktis tetapi kita harus ingat jangan sampai bagian penyambungan atau titik sambung menjadi bagian terlemah yang dapat merusak konstruksi tersebut .

Berikut adalah beberapa contoh jenis desain sambungan pada proses pengelasan 

  1. Sambungan Tumpang

  2. Sambungan T
  3. Sambungan Tumpul

  4. Sambungan sisi

Jadi itulah beberapa tipe dari sebuah sambungan pengelasan selanjutnya kita akan membahas sedikit dari jenis – jenis mesin las :

A.  Mesin las listrik

    Pada mesin prinsip nya yaitu menggunakan energi listrik untuk melelehkan bahan penutup ( electroda atau kawat las ). Semakin berkembang nya zaman berkembang pula teknologi mesin las, dari mesin las listrik ini sekarang sudah ditingkatkan dengan munculnya mesin las MIG ( Metal insert Gas ) dimana perbedaan nya adalah jika mesin las listrik hasil dari pengelasan akan tertutup oleh selaput dari electroda sehingga saat pengelasan hasil tidak mengalami kontaminasi beda hal nya pada MIG yang digunakan untuk menutupi hasil las adalah menggunakan gas yang disemburkan bersamaan dengan kawat las yang keluar secara otomatis dengan umumnya menggunakan sistem roll 

 B.  Mesin las gas

    Pada mesin las gas energi yang digunakan adalah panas dari gas acetyline yang digunakan untuk melelehkan bahan penutup ( electroda atau kawat las ). Mesin las tipe ini juga banyak kita temui ditempat konstruksi maupun bengkel reparasi walaupun konstruksinya yang besar namun pemanfaatan nya tidak hanya untuk melakukan penyambungan tetapi juga pemotongan hal ini yang membuat mesin las ini banyak peminatnya.

C. Mesin las laser

    Mesin las laser adalah mesin las yang memanfaatkan energi cahaya untuk memanaskan bidang las dan bahan penutup secara bersamaan. Pada mesin las ini akan sedikit menghasilkan asap dibandingkan dengan mesin las yang lain selain itu hasil pengelasan pun bersih.

Jenis-Jenis Ulir Dan Fungsinya

 Kini penggunaan sistem ulir untuk penyatuan dua komponen hampir terdapat dalam semua hasil teknologi .Mulai dari produk industri dengan ketelitian yang rendah hingga ketilitian tinggi pasti menggunakan sistem ulir untuk sistem penyambungannya.Namun tetap ada perbedaan dimana makin tinggi ketelitian suatu produk atau komponen tersebut dibuat makin tinggi pula ketelitian dari profil ulir tersebut.Untuk itu saya akan membagikan sedikit pengetahuan saya tentang ulir. 


A. Jenis Ulir 

Ada 2 macam cara melihat jenis ulir yaitu melalui gerakannya ,jumlah ulir tiap gangnya atau biasa dikenal pitch dan bentuk ulir itu sendiri.Lalu yang kedua melalui standart yang digunakan,misalnya ulir whitworth,ulir metric atau yang lainnya. 

Jenis ulir menurut gerak alur uilir 

Menurut gerakan ulir,ulir dibedakan menjadi 2 macam yaitu ulir kanan dan ulir kiri.Untuk mengetahui apakah ulir tersebut tergolong ulir kanan atau ulir kiri maka dapat dilihat dari arah kemiringan ulir.Atau kita juga juga bisa mengetahui dengan cara memutar pasangan dari komponen yang berulir misalnya mur atau baut,apabila mur dipasangkan ke baut dan diputar kekanan (searah jarum jam) ternyata murnya bergerak maju maka ulir tersebut adalah ulir kanan begitu juga sebaliknya. 

Jenis ulir menurut tiap gangnya 

Hal ini dapat dilihat dari puncak ulir tiap gangnya dimana satu putaran untuk ulir ganda akan melewati lebih dari satu puncak ulir atau lebih mudahnya apabila satu putaran ulir ganda jaraknya lebih jauh dibandingkan satu putaran ulir tunggal.


Gambar Ulir Tunggal & Ulir Ganda

Jenis ulir menurut bentuknya 

Menurut dari bentuknya ada beberapa macam bentuk ulir,perbedaan bentuk ulir ini biasanya dimaksudkan untuk menunjang kinerja dari ulir tersebut.Selain itu bentuk ulir juga berkaitan dengan standart yang digunakan berikut beberapa jenis ulir.

Ulir Metrix (ISO) & Ulir Standart Whitwort





Macam Jenis Ulir Menurut Bentuknya

B. Fungsi Ulir

Dengan adanya sistem ulir memungkinkan kita dapat menggabungkan dua jenis komponen menjadi suatu produk jadi secara tidak permanent yang memungkinkan kita untuk melepas komponen tersebut dengan maksud untuk perawatan atau perbaikan produk tersebut.Berdasarkan hal tersebut secara umum fungsi dari ulir adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai alat pemersatu,artinya menyatukan beberapa komponen menjadi satu kesatuan yang utuh.Biasanya yang umum digunakan adalah ulir segitiga dengan standart ISO baik British Standart maupun American Standart.
  2. Sebagai penerus daya,artinya sistem ulir digunakan untuk memindahkan daya menjadi daya lain sebagai contoh hal tersebut diterapkan pada mekanisme dongkrak ,sistem ulir pda poros berulir pada mesin produksi dan lain sebagainya 
  3. Mempermudah pekerjaan,sistem ulir mampu menahan/mengangkat beban yang relative berat dengan daya yang relative ringan hal ini bisa kita lihat pada mekanisme pintu air dimana untuk menaik turunkan pintu air yang berat menggunakan sistem ulir dan biasanya ulir yang digunakan adalah ulir segiempat.
  4. Sebagai alat untuk mencegah kebocoran terutama pada sistem ulir pipa dengan sistem ulir whitworth yang umum digunakan.





TAP & SNEY

 TAP DAN SNEY 

TAP adalah membuat profil ulir pada lubang (ulir dalam) sedangkan sney adalah membuat profil ulir pada poros (ulir luar).Pada pengerjaan tap dan sney sepenuhnya dilakukan dengan menggunakan sistem manual dimana operator harus mengerahkan tenaganya membuat profil ulir ini.Memang melelahkan namun proses Tap dan Sney dipilih dari sekian banyak cara untuk membuat profil dikarenakan beberapa faktor : 

  1. Sulitnya benda kerja apabila pembuatan profil dikerjakan dengan cara machining Karena ulir banyak digunakan hampir semua produk seperti kita sering jumpai mulai dari kendaraan hingga alat berat dan semua itu memiliki bentuk yang beragam mulai dari ukuran produk yang besar hingga posisi profil ulir yang sulit dijangkau apabila dilakukan pembuatan profil menggunakan mesin.
  2. Efisiensi waktu pekerjaan Dalam mengerjakan tap atau sney yang terpenting benda kerja dicekam dengan kuat baik itu di las maupun pada ragum dan proses tap atau sney dapat dilakukan namun dengan machining kita harus memposisikan benda kerja pada mesin dengan baik serta setting mesin hal tersebut memerlukan waktu .
  3. Menghemat biaya perbaikan atau pembuatan profil Untuk faktor ketiga sudah jelas apabila kita membuat profil ulir dengan cara machining kita harus pergi ke bengkel bubut hal itu akan menambah cost dari produk

Pertama kita akan membahas tap terlebih dahulu,Tap biasa 1 set berisi 3 buat yang masih satu kesatuan namun penggunaanya harus urut hal tersebut untuk mempermudah dalam pengerjaan serta menghasilkan profil ulir yang baik serta pemegang tap yang berfungsi untuk menjepit badan tap bagian tengah dengan dimensi bisa diatur sesuai ukuran tap .

Gambar bagian - bagian TAP

Gambar Kepala Tap

• Tap nomor 1 Digunakan untuk permulaan dengan gigi ulir paling tumpul hal lain bisa dilihat adalah bentuk tirus yang paling panjang dibandingkan dua tap yang lainnya.
Gambar TAP no. 1

 • Tap nomor 2 Digunakan setelah nomor 1 dengan bentuk gigi ulir agak tumpul/agak tajam serta     bentuk tirus pada ujung badan tap masih ada namun tidak sepanjang nomor 1.
Gambar TAP no. 2

 • Tap nomor 3 Digunakan paling akhir dengan gigi tajam yang ditujukan untuk finishing

Gambar TAP no. 3

Selanjutnya adalah sney sama halnya dengan tap ,sney juga mempunyai urutan pengerjaan hapir sama hanya yang membedakan bentuk sney serta pemegang sney.Alat pembuat ulir luar ini biasanya terbuat dari baja karbon tinggi atau baja kecepatan tinggi dengan bentuk bulat serta memiliki gigi-gigi tajam pada bagian tengahnya


Gambar Sney & Handle

Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Gunakan alat sesuai fungsi dan urutan pengerjaan
2. Posisikan alat dengan benar




3. Jangan lupa beri pelumas selama pengerjaan

4. Irama pengerjaan ¼ memutar untuk pemakanan lalu balik hingga ¾ putaran untuk memotong bram memang akan memakan waktu sedikit lama namun sebanding hasil yangdiperoleh serta untuk mencegah tap atau sney patah sebab apabila tap patah didalam lubang maka lubang sudah tidak dapat digunakan lagi

Berikut penjelasan singkat mengenai alat perkakas TAP & SNEY,sebernarnya masih banyak hal yang bisa dibahas mengenai alat perkakas ini tapi mungkin saya akan bahas disesi yang lain.Teimakasih.




Penyimpanan Alat Ukur

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai alat ukur. Ada dibenak kita apa itu sebenarnya alat ukur, bagi sebagian orang mungkin sudah mengetahui mengenai hal ini tapi bagi yang belum diharapkan postingan ini akan sedikit membantu. Seperti yang kita ketahui didalam pengerjaan apapun pasti tidak terlepas dari penggunaan alat ukur mulai bidang pendidikan, kesehatan dan tentunya bidang teknik namun pada kesempatan kali ini kita persempit pembahasan hanya di bidang teknik. Penggunaan hal ini dimaksudkan untuk mencegah kekeliruan ukuran dari produk yang kita kerjakan selain itu sebagai bentuk standarisasi pemahaaman dari pemesan, perancang hingga proses pembuatan produk tersebut .Terdapat 2 garis besar klasifikasi alat ukur yaitu :

A. Alat ukur langsung

Pada alat ukur ini pengguna dapat langsung mengetahui hasil dari pengukuran yang dilakukan tanpa harus menghitung terlebih dahulu.Alat ukur yang tergolong jenis ini adalah mikrometer,mistar ingsut,pengukur sudut.


B. Alat ukur tak langsung

Sedangkan alat ukur tak langsung adalah kebalikan dari alat ukur langsung jadi pada penggunaan alat ini kita tidak dapat mengetahui hasil secara langsung melainkan memerlukan perhitungan atau alat bantu lain untuk mengetahui hasil dari pengukuran contohnya jangka bengkok .


Dari dua golangan alat ukur diatas masing-masing memiliki perlakuan berbeda baik itu perlakuan,cara perawatan serta penyimpanannya.Hal tersebut dilakukan dengan maksud untuk memperpanjang umur alat tersebut selain itu untuk tetap mendapatkan hasil yang presisi. Secara umum berikut cara perawatan dan pinimpanan alat ukur :

1. Usahakan alat ukur terhindar dari benturan 

2. Berikan sedikit pelumas pada alat ukur yang pengoperasiannya digerakan seperti micrometer

3. Usahakan selalu bersihkan alat ukur setelah selesai digunakan

4. Simpan alat ukur dengan baik dan rapi ( tidak disusun bertumpuk / alat saling bergesekan satu dengan yang lainnya )


Berikut diatas penjelasan singkat perihal alat ukur. Semakin baik kita didalam menggunakan alat ukur maka diharapkan alat ukur tersebut akan memiliki masa pakai yang lama dan menghasilkan nilai ukur yang tepat.


SISTEM PELUMASAN

  Di era sekarang ini penggunaan mekanisme mesin sudah sangat umum kita temui. Banyak sektor yang terbantu dengan adanya mekanisme mesin did...